25 Ribu Ton Pupuk Masuk Banyuwangi, Ini Peran Pelabuhan Tanjung Wangi

JAWA POS - Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi, Jawa Timur, mengawali tahun 2026 dengan kinerja operasional yang positif melalui kegiatan bongkar muat pupuk sebanyak 25.000 ton. 


Muatan tersebut diangkut menggunakan kapal KM Noah Asyera dan menjadi salah satu aktivitas logistik strategis pada awal tahun ini. Pupuk tersebut diketahui berasal dari Bontang, Kalimantan Timur, dan dibongkar di Pelabuhan Tanjung Wangi untuk memenuhi kebutuhan distribusi pupuk di wilayah Jawa Timur dan daerah sekitarnya. 


Kegiatan ini berperan penting dalam menjaga kelancaran pasokan pupuk bagi sektor pertanian nasional. Branch Manager PT Pelindo Multi Terminal Pelabuhan Tanjung Wangi, Eko Budyasmoro, menyampaikan bahwa seluruh proses bongkar muat dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip keselamatan, keamanan, serta kepatuhan terhadap standar operasional prosedur yang berlaku di lingkungan pelabuhan. 


“Kegiatan bongkar muat pupuk ini merupakan bentuk komitmen Pelabuhan Tanjung Wangi dalam mendukung kelancaran distribusi komoditas strategis nasional, khususnya pupuk, guna menjaga ketersediaan pasokan bagi sektor pertanian,” ujar Eko Budyasmoro. 


Lebih lanjut, manajemen PT Pelindo Multi Terminal menyatakan bahwa Pelabuhan Tanjung Wangi terus melakukan peningkatan kualitas layanan serta optimalisasi fasilitas pelabuhan. Langkah tersebut dilakukan untuk menunjang aktivitas bongkar muat yang lebih efisien, aman, dan berkelanjutan. 


Dengan terealisasinya kegiatan bongkar pupuk pada awal tahun 2026 ini, Pelabuhan Tanjung Wangi optimistis dapat terus berkontribusi terhadap kelancaran arus logistik nasional serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah Banyuwangi, Jawa Timur, dan Indonesia secara keseluruhan.