TRIBUN NEWS - Aceh kembali mencatatkan aktivitas ekspor komoditas energi berbasis biomassa berupa palm kernel shell (PKS) atau cangkang inti sawit ke Jepang melalui Pelabuhan Umum Krueng Geukueh, Aceh Utara, pada Januari 2026. Kapal pengangkut komoditas tersebut diberangkatkan pada 14 Januari 2026 dengan muatan sebanyak 9.500 metrik ton cangkang inti sawit.
Perjalanan menuju Jepang diperkirakan memakan waktu sekitar 15 hingga 20 hari. Proses pemuatan PKS berlangsung selama 2x24 jam. Ekspor ini dimotori oleh PT Kharisma Inti Mitra Indonesia, dengan operasional terminal ditangani oleh PT Pelindo Subholding Multi Terminal (SPMT) Branch Lhokseumawe.
Seluruh tahapan operasional ekspor melibatkan tenaga kerja lokal yang berada di kawasan Pelabuhan Umum Krueng Geukueh. Hal ini menunjukkan peran pelabuhan dalam menyerap tenaga kerja daerah sekaligus menggerakkan roda perekonomian lokal.
Kepala KSOP Lhokseumawe yang diwakili oleh Danpos KPLP Pelabuhan Umum Krueng Geukueh, Zulhamdi, mengatakan, aspek keamanan menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas kepelabuhanan, khususnya untuk kapal asing. “KPLP senantiasa mengedepankan standar keamanan maksimum agar kapal-kapal luar negeri merasa aman dan nyaman selama berada di Pelabuhan Krueng Geukueh.
Pengamanan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari sandar hingga kapal kembali berlayar,” ujar Zulhamdi dalam siaran pers yang diterima, Jumat (6/2/2026). Menurutnya, jaminan keamanan merupakan syarat penting dalam menjaga kepercayaan mitra internasional terhadap pelabuhanpelabuhan di Indonesia, termasuk Pelabuhan Krueng Geukueh.
Sementara itu, Branch Manager Pelindo SPMT Branch Lhokseumawe, Aulia Rahman, menegaskan komitmen Pelindo dalam memberikan pelayanan optimal kepada seluruh pengguna jasa pelabuhan. “Kami berupaya memberikan pelayanan maksimal agar eksportir merasa puas. Prinsip kami adalah memastikan proses pemuatan berjalan lancar tanpa penundaan, sehingga jadwal pengapalan dapat terpenuhi,” ujarnya.
