Kinerja Awal Tahun Lampaui Target RKAP, Pelindo Multi Terminal Gresik Perkuat Peran Logistik Nasional

JAWA POS — Kinerja Pelabuhan Gresik pada Triwulan I/2026 menunjukkan akselerasi yang solid. Perusahaan mencatat total produksi bongkar muat sebesar 1.137.736 ton/m³ atau tumbuh sekitar 7,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.


Realisasi tersebut juga melampaui target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) yang dipatok sebesar 988.277 ton/m³. Dengan demikian, capaian produksi berada sekitar 15 persen di atas target.


Berdasarkan data yang disampaikann secara komposisi, kinerja bongkar muat pada Triwulan I/2026 ditopang oleh beberapa segmen utama. Bongkar muat general cargo tercatat sebesar 260.386 ton/m³, bag cargo 323.168 ton, curah kering 370.129 ton, serta curah cair 194.053 ton.


Dibandingkan periode yang sama tahun 2025, terjadi peningkatan signifikan pada segmen curah kering dimana sebelumnya hanya sebesar 240.295 ton.


Adapun jenis komoditas yang ditangani mencerminkan kebutuhan industri di wilayah hinterland. General cargo didominasi oleh kayu log, tiang pancang, dan material besi. Sementara itu, bag cargo mencakup pupuk dan semen, curah kering meliputi jagung dan kernel, serta curah cair didominasi oleh crude palm oil (CPO).


Dari sisi arus logistik, pergerakan barang menunjukkan pola yang cukup dominan antara Kalimantan dan Gresik, baik untuk kegiatan bongkar maupun muat. Hal ini mengindikasikan peran strategis Gresik sebagai hub distribusi yang menopang konektivitas antarwilayah, khususnya untuk komoditas industri dan bahan baku.


Branch Manager PT Pelindo Multi Terminal Branch Gresik, Sutopo, mengatakan capaian ini merupakan hasil dari strategi efisiensi yang dijalankan secara konsisten di seluruh lini operasional.

“Kami melihat adanya peningkatan demand yang direspons dengan optimalisasi proses bongkar muat serta peningkatan produktivitas peralatan dan tenaga kerja,” kata Sutopo.


Menurutnya, keberhasilan tersebut juga ditopang oleh penguatan koordinasi dengan mitra kerja serta pendekatan operasional yang lebih adaptif terhadap dinamika logistik di kawasan industri Gresik.


“Fokus kami tidak hanya pada peningkatan volume, tetapi juga menjaga service level agar tetap kompetitif di tengah persaingan industri logistik,” tambahnya.