PT Pelindo Multi Terminal (SPMT), subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) bidang operasional terminal nonpetikemas, menggelar kegiatan Capacity Building bertema Career Preparation: Menyusun CV dan Tips Wawancara pada Selasa (14/4) yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini menghadirkan Direktur SDM PT Pelindo Multi Terminal, Edi Priyanto, dan diikuti oleh mahasiswa magang dari berbagai latar belakang pendidikan sebagai bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung kesiapan generasi muda memasuki dunia kerja.
Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan pemahaman mengenai strategi menghadapi proses rekrutmen di era digital, termasuk pentingnya memahami sistem Applicant Tracking System (ATS) yang digunakan perusahaan dalam menyaring kandidat pada tahap awal. Selain itu, peserta juga dibekali cara menyusun CV berbasis value proposition agar mampu menonjolkan keunggulan diri secara relevan dengan kebutuhan industri.
Materi yang disampaikan turut menekankan pentingnya penguasaan tiga keterampilan utama, yaitu learning skills, literacy skills, dan life skills sebagai fondasi dalam menghadapi dinamika dunia kerja. Peserta juga diajak memahami bahwa komposisi kompetensi saat ini telah bergeser, di mana kecerdasan emosional (EQ) dan sikap (attitude) memiliki peran yang lebih dominan dibandingkan kecerdasan intelektual (IQ).
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa kesiapan kerja tidak hanya diperoleh dari bangku perkuliahan. Sebagian besar kompetensi justru terbentuk melalui pengalaman praktik seperti magang, proyek, serta keterlibatan langsung di lapangan, sehingga mahasiswa didorong untuk aktif mengembangkan diri secara berkelanjutan.
Dalam pemaparannya, Edi Priyanto, menegaskan bahwa aspek komunikasi dan perilaku menjadi faktor utama dalam proses rekrutmen. Ia menyampaikan bahwa penilaian terhadap kompetensi teknis tidak selalu menjadi penentu utama keberhasilan kandidat.
“Penilaian relevansi kompetensi terhadap posisi jabatan saat ini berada di bawah 30%. Komunikasi menyumbang angka 20%, sementara attitude dan basic skill masing-masing sebesar 20%. Hal ini menunjukkan bahwa poin tertinggi justru terletak pada cara berkomunikasi dan perilaku, bukan hanya pada keahlian teknis. Banyak kandidat tidak lolos bukan karena kekurangan skill, melainkan karena kurangnya kesungguhan, sikap, dan cara berkomunikasi yang tepat,” jelasnya.
Salah satu peserta dari program MagangHub Kementerian Ketenagakerjaan, Husna Nabila, turut menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. Ia menilai materi yang disampaikan sangat relevan dan aplikatif bagi mahasiswa yang tengah mempersiapkan diri memasuki dunia kerja. “Kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan banyak insight baru, terutama pada sesi tips wawancara yang membantu kami lebih memahami bagaimana mempersiapkan diri dan menunjukkan potensi secara optimal di hadapan recruiter,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Pelindo Multi Terminal berharap dapat terus berkontribusi dalam mempersiapkan generasi muda yang lebih siap, adaptif, dan kompeten dalam menghadapi tantangan dunia kerja. Kolaborasi antara dunia industri dan pendidikan diharapkan mampu menciptakan sumber daya manusia unggul yang mendukung keberlanjutan sektor logistik dan kepelabuhanan di masa depan.
