Bisnis.com, SEMARANG - Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah memproyeksikan jumlah pemotongan hewan kurban pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi mencapai ratusan ribu ekor. Perinciannya, sekitar 130.000 ekor sapi, 130.000 ekor domba, 300.000 ekor kambing, serta 3.000 ekor kerbau.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama instansi terkait di tingkat kabupaten dan kota telah memperketat pengawasan lalu lintas ternak. Pemeriksaan intensif difokuskan pada wilayah perbatasan yang menghubungkan Jawa Tengah dengan Provinsi Jawa Barat, Jawa Timur, serta DI Yogyakarta.
Kepala Bidang Veteriner Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Budi Astyantoro, menjelaskan bahwa pengecekan fisik dilakukan secara langsung di berbagai lapak pedagang serta pasar hewan kurban guna memastikan seluruh ternak memenuhi kriteria sehat, aman, dan layak potong.
"Selain pengawasan pra-pemotongan, personel dinas juga ditempatkan di lokasi penyembelihan untuk melakukan pemeriksaan post-mortem terhadap daging kurban sebelum didistribusikan kepada masyarakat selaku konsumen," jelas Budi, dikutip Kamis (28/5/2026).
Momentum Iduladha 1447 H di Jawa Tengah juga diikuti dengan penyerahan bantuan kemasyarakatan di wilayah-wilayah terdampak bencana alam. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menghadiri pelaksanaan salat Iduladha bersama warga terdampak bencana tanah gerak di Hunian Sementara (Huntara) Desa Capar, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal. Kegiatan yang berpusat di Masjid Raya Huntara tersebut dihadiri pula oleh Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, Wakil Bupati Ahmad Kholid, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tegal.
Seusai pelaksanaan ibadah, Luthfi menyerahkan bantuan hewan kurban berupa satu ekor sapi jenis angus dengan berat mencapai 906 kilogram. Pengadaan bantuan tersebut bersumber dari anggaran pribadi Gubernur sebagai bentuk dukungan moril dan kehadiran perwakilan negara bagi masyarakat yang berada di lokasi pengungsian sementara akibat bencana geologi.
"Segala kekurangan dan apa yang diberikan saat ini adalah sesuatu yang tetap harus kita syukuri. Percayalah Bapak-Ibu sekalian tidak akan ditinggalkan atau ditelantarkan oleh negara," ujar Ahmad Luthfi saat memberikan sambutan di hadapan para penghuni Huntara Capar, Rabu (27/5/2026).
Pada hari yang sama, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, memimpin penyaluran dan pemotongan hewan kurban di wilayah terdampak bencana banjir, tepatnya di Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan. Wilayah tersebut dipilih berdasarkan hasil penilaian (assessment) bersama pemerintah daerah setempat setelah mengalami kerusakan infrastruktur akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang beberapa waktu lalu.
Bantuan yang diserahkan oleh Sekda Jawa Tengah terdiri dari satu ekor sapi berbobot 1,1 ton serta 100 paket bahan pangan pokok (sembako) untuk pemenuhan kebutuhan dasar warga. Sumarno menekankan bahwa pemilihan lokasi penyerahan bantuan didasarkan pada prioritas pemulihan kondisi sosial-ekonomi masyarakat yang sedang bangkit kembali pascabencana banjir.
“Setelah diasesmen teman-teman di Grobogan, akhirnya diputuskan di Desa Tinanding. Mudah-mudahan ini menjadi penghibur bagi saudara-saudara kita yang kemarin terdampak bencana. Hari Raya Iduladha maknanya adalah bagaimana kita mengambil ibrah tentang pengorbanan,” kata Sumarno di Grobogan.
Selain kontribusi dari jajaran pemerintah, bantuan hewan kurban juga ikut disalurkan oleh sektor korporasi. Salah satunya oleh PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melalui Subholding PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) Branch Tanjung Emas yang menyalurkan total 37 ekor sapi kurban ke berbagai wilayah operasional kerja perusahaan.
Khusus untuk wilayah kerja Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, manajemen menyalurkan satu ekor sapi bantuan yang diserahkan secara simbolis oleh Branch Manager PT Pelindo Multi Terminal Branch Tanjung Emas, S. Joko, kepada pengurus Masjid Uswatun Kasanah yang berlokasi di dalam area pelabuhan. Program ini direalisasikan melalui skema Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan guna memperkuat hubungan operasional dan sosial dengan ekosistem insan maritim serta warga yang tinggal di perimeter luar pelabuhan.
