Minyak Mentah Sawit asal Aceh 7.300 Ton Kembali Diekspor ke Jepang Via Pelabuhan Krueng Geukueh

TRIBUN NEWS –  Sebanyak 7.300 ton minyak sawit mentah (CPO) asal Aceh kembali diekspor ke Jepang melalui Pelabuhan Krueng Geukueh Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara menggunakan kapal tanker.


Pengapalan yang dilakukan oleh PT Aceh Makmur Bersama (AMB) CPO tersebut pada Jumat (12/12/2025), menegaskan peran pelabuhan sebagai jalur ekspor strategis Aceh, meskipun di saat yang sama kawasan itu masih difungsikan sebagai pusat distribusi logistik bagi warga terdampak banjir di sejumlah wilayah.


“Meski pelabuhan sedang difungsikan sebagai pusat droping logistik bagi ribuan warga terdampak banjir, aktivitas ekonomi strategis tetap dapat berjalan dengan tertib dan terukur, tapi Pelabuhan Krueng Geukueh menunjukkan perannya sebagai simpul ekonomi dan pusat distribusi kemanusiaan secara bersamaan,” ujar Branch Manager Pelindo SPMT Lhokseumawe Aulia Rahman.


Proses loading CPO kata Aulia, ditangani oleh Pelindo SPMT Branch Lhokseumawe dengan seluruh tenaga kerja yang terlibat berasal dari SDM lokal.


“Pelabuhan Krueng Geukueh kami operasikan dengan prinsip keseimbangan: mendukung penuh penyaluran logistik kemanusiaan sekaligus memastikan kegiatan ekspor tetap berjalan,” Deputy Branch Manager Operasi & Teknik Taufik Rahmat Nasution, kepada Serambinews.com, Jumat (12/12/2025).


Disebutkan, ekspor CPO ini kata Taufik Nasution, menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi Aceh tidak berhenti. 


Pelindo berkomitmen menjaga kelancaran layanan bongkar muat, termasuk untuk sektor industri yang menopang penerimaan daerah.


Seluruh proses loading dilakukan oleh tenaga kerja lokal yang sudah berpengalaman. “Kami pastikan standar keselamatan dan kualitas tetap terpenuhi. 


Situasi darurat tidak mengurangi tingkat profesionalisme tim di lapangan,” katanya.  


“Ekspor CPO ini kami harapkan menjadi sinyal pemulihan dan semangat bahwa Aceh tetap produktif dalam kondisi apa pun.”


Di saat pelabuhan menjadi pusat keluar-masuknya bantuan untuk warga terdampak banjir, keberhasilan pengapalan CPO ini menjadi kabar baik bagi perekonomian daerah. 


Selain menghasilkan devisa, kegiatan ini turut menjaga keberlangsungan rantai industri sawit Aceh dan memastikan hilirisasi tetap berjalan.


Ke depan, pemerintah daerah dan pelaku usaha berharap keseimbangan antara penanganan bencana dan keberlanjutan ekonomi dapat terus dijaga, sehingga Aceh mampu pulih lebih cepat tanpa mengorbankan produktivitas di sektor industri.