PT Pelindo Multi Terminal terus memperkuat penerapan Good Corporate Governance (GCG) sebagai fondasi integritas, kepercayaan, kinerja, dan keberlanjutan perusahaan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan BREATH (Balancing, Resilience, Energy, and Health) Session x Tim FAP bertema “One Culture, One Integrity: From Ethics to Impact for Sustainable Business” yang digelar online diikuti oleh seluruh pekerja pada Senin (31/8).
Kegiatan ini dibuka oleh Direktur Utama Pelindo Multi Terminal Sugeng Mulyadi, dengan menghadirkan Group Head Manajemen Risiko, Tata Kelola & Kepatuhan PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Rendra Krestyawan serta Corporate Secretary & Head of Legal Division PT AKR Corporindo Tbk., Arum Pawaestri Handayani sebagai pembicara.
Kegiatan ini menegaskan pergeseran paradigma GCG dari sekadar kepatuhan menuju penciptaan nilai. Bagi Pelindo Multi Terminal, kompleksitas bisnis terminal yang melibatkan aset, transaksi, vendor, pelanggan, pengguna jasa, dan berbagai stakeholder membutuhkan tata kelola yang kuat agar setiap keputusan dapat dipertanggungjawabkan secara bisnis, etika, dan kepatuhan. GCG juga menjadi fondasi untuk melindungi perusahaan, membangun kepercayaan stakeholder, serta menjaga kinerja yang berkelanjutan.
“GCG bukan sekadar kepatuhan. Kita harus menjadikan integritas sebagai standar dalam setiap tindakan. Ketika integritas menjadi budaya, maka setiap keputusan yang kita ambil tidak hanya benar secara aturan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perusahaan dan stakeholder. Inilah yang kita dorong melalui semangat One Culture, One Integrity,” ujar Direktur Utama Pelindo Multi Terminal, Sugeng Mulyadi.
Penguatan GCG di Pelindo Multi Terminal dilakukan melalui empat fondasi, yakni Strong Governance Framework, Strong Control & Assurance, Strong Awareness & Culture, dan Strong Ecosystem. Implementasinya mencakup penguatan Pedoman GCG, Kode Etik, pengendalian gratifikasi, WBS, Anti-Fraud, SMAP, FAP, manajemen risiko, hingga berbagai program penguatan awareness dan budaya integritas. Komitmen tersebut juga diperluas kepada stakeholder melalui klausul anti-penyuapan, Pakta Integritas Mitra, serta komitmen menciptakan Pelabuhan Bersih.
Melalui BREATH x Tim FAP, perusahaan mendorong agar integritas hadir dalam setiap keputusan dan aktivitas sehari-hari, termasuk menghindari benturan kepentingan, suap, gratifikasi, fraud, serta membangun keberanian untuk speak up. Sejalan dengan materi Rendra Krestyawan dan Arum Pawaestri Handayani, penerapan tata kelola yang konsisten diharapkan mampu mengubah ethics menjadi perilaku, perilaku menjadi impact, dan impact menjadi sustainable business, sekaligus memperkuat kepercayaan dan penciptaan nilai jangka panjang bagi perusahaan dan seluruh stakeholder.
