MERDEKA.COM - Pelindo Multi Terminal Tanjungpinang, selaku operator Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, memprioritaskan keamanan serta kenyamanan penumpang selama arus mudik Idul Fitri 2026. Fokus utama adalah memastikan pengalaman mudik yang lancar dan menyenangkan bagi seluruh pemudik yang melintasi pelabuhan ini.
Berbagai upaya peningkatan fasilitas dan sarana prasarana telah dilakukan dalam menghadapi lonjakan pemudik tahun ini. Persiapan ini mencakup perbaikan signifikan mulai dari sektor kebersihan terminal hingga toilet Pelabuhan SBP.
Branch Manager PT Pelindo Multi Terminal Tanjungpinang, Adyttia Dusmara, menyatakan bahwa semua langkah ini diambil untuk memastikan pemudik merasa aman dan nyaman saat menunggu jadwal keberangkatan kapal mereka. Puncak arus mudik melalui Pelabuhan SBP diprediksi akan terjadi pada tanggal 18 Maret 2026.
Peningkatan Fasilitas dan Layanan Pelabuhan SBP
Pelindo Tanjungpinang telah melakukan sejumlah perbaikan dan penambahan fasilitas untuk meningkatkan kenyamanan pemudik. Salah satu langkah konkret adalah penambahan pendingin ruangan (AC) di area tunggu, bertujuan agar penumpang dapat beristirahat dengan lebih nyaman.
Selain itu, Pelindo berkoordinasi dengan agen pelayaran untuk mengoptimalkan pembelian tiket secara daring. Inisiatif ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam mendapatkan tiket tanpa harus mengantre panjang di pelabuhan.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang dan keterbatasan area parkir, Pelindo berencana memanfaatkan bahu jalan Tugu Sirih sebagai area parkir kendaraan tambahan. Pihaknya juga mengoptimalkan pedestrian Pelabuhan SBP guna mencegah penumpukan penumpang di area kedatangan.
Modernisasi fasilitas terminal juga menjadi fokus utama, terutama pada pelayanan penyeberangan internasional. Perbaikan eskalator, pemanfaatan AI announcement dalam tiga bahasa, penyediaan akses wifi dengan scan barcode, hingga pembukaan ruangan laktasi bagi ibu menyusui, menjadi bagian dari peningkatan layanan ini.
Antisipasi Lonjakan Penumpang dan Kesiapan Armada
Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungpinang memprediksi kenaikan jumlah penumpang pada arus mudik Idul Fitri 2026. Febrianto Dian Iskandar, Kepala KSOP Tanjungpinang, memperkirakan kenaikan sebesar 1,9 persen dibandingkan tahun 2025, dari 158 ribu menjadi 161 ribu penumpang.
Untuk mendukung lonjakan ini, KSOP telah mempersiapkan dukungan 42 kapal cepat. Kapal-kapal ini akan melayani trayek domestik/antarpulau hingga rute internasional menuju Malaysia dan Singapura.
KSOP juga menyiapkan sejumlah kapal cadangan sebagai langkah antisipasi jika terjadi lonjakan arus mudik yang signifikan. Fokus utama adalah rute Tanjungpinang dan Batam, yang biasanya menjadi paling padat penumpang selama periode Lebaran.
Kolaborasi Stakeholder dan Posko Terpadu
Febrianto Dian Iskandar menambahkan bahwa KSOP bersama seluruh stakeholder terkait telah membangun posko pelayanan terpadu. Posko ini merupakan bagian dari Operasi Ketupat Seligi 2026 dan berlokasi di depan Pelabuhan SBP Tanjungpinang.
Periode angkutan Lebaran tahun ini telah dimulai sejak tanggal 13 Maret hingga 30 Maret 2026. Keberadaan posko terpadu ini diharapkan dapat memastikan kelancaran dan keamanan seluruh proses mudik dan balik.
Secara keseluruhan, Pelindo Tanjungpinang menegaskan kesiapan penuh mereka dalam melayani arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. Koordinasi yang kuat antarlembaga menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi periode sibuk ini.
