Medan, 23 Juni 2026 – Pelindo Regional 1 bersama PT Pelindo Multi Terminal terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan literasi keuangan sebagai bagian dari upaya membangun kesejahteraan pekerja yang berkelanjutan. Sebagai implementasi komitmen tersebut, Pelindo berkolaborasi dengan Bank Mandiri menyelenggarakan Mandiri Appreciation Day bertema “Financial Clinic - Apresiasi untuk Insan Pelindo, Membangun Strategi Masa Depan” di Grha Pelindo, Medan, serta diikuti secara daring oleh insan perusahaan pada Selasa (23/6).
Dalam sambutannya, Direktur SDM Pelindo Multi Terminal, Edi Priyanto, menegaskan bahwa kesuksesan karier perlu diimbangi dengan kemampuan mengelola keuangan secara bijak agar hasil kerja keras yang diperoleh saat ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan di masa depan.
“Kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh seberapa besar penghasilan yang kita peroleh, tetapi juga oleh seberapa bijak kita mengelolanya. Karena itu, literasi keuangan menjadi bekal penting agar hasil kerja keras yang kita dapatkan hari ini tidak hanya digunakan untuk kebutuhan saat ini, tetapi juga mampu memberikan ketenangan dan kesejahteraan di masa depan. Masa depan tidak dibangun besok, melainkan dari keputusan yang kita ambil mulai hari ini,” ujar Edi.
Materi utama kegiatan disampaikan oleh Sutra Manik, selaku Head of Branch PT Mandiri Sekuritas Medan sekaligus profesional di bidang keuangan dan pasar modal. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa kebutuhan finansial seseorang akan terus berubah pada setiap fase kehidupan sehingga perencanaan keuangan perlu disusun sejak usia produktif untuk mempersiapkan berbagai kebutuhan di masa mendatang.
“Financial freedom bukan sesuatu yang dicapai secara instan. Ada tahapan yang perlu dibangun mulai dari kebutuhan dasar, keamanan finansial, pertumbuhan aset, hingga akhirnya mencapai kemandirian finansial. Yang terpenting adalah konsisten menjalankan prosesnya sesuai kemampuan dan tujuan keuangan masing-masing,” jelas Sutra.
Ia juga mengingatkan pentingnya memahami karakteristik setiap instrumen investasi serta menyesuaikannya dengan profil risiko pribadi. Menurutnya, investasi merupakan upaya jangka panjang untuk menjaga dan meningkatkan nilai aset dari dampak inflasi, sehingga tidak dapat dipandang sebagai sarana memperoleh keuntungan secara cepat.
“Setiap instrumen investasi memiliki karakteristik risiko dan potensi imbal hasil yang berbeda. Karena itu, investor perlu memahami tujuan keuangan dan profil risikonya terlebih dahulu. Investasi yang baik bukan tentang mengejar keuntungan instan, tetapi membangun nilai secara berkelanjutan untuk masa depan,” tambahnya.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Berbagai pertanyaan disampaikan dalam sesi diskusi, mulai dari strategi investasi di tengah kondisi ekonomi saat ini, simulasi Kredit Pemilikan Rumah (KPR), hingga pengelolaan keuangan keluarga. Pada sesi akhir, peserta juga memperoleh informasi mengenai layanan payroll serta berbagai solusi keuangan yang dapat mendukung perencanaan finansial jangka panjang.
Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan literasi keuangan pekerja sehingga mampu mengambil keputusan finansial yang lebih bijak, mempersiapkan masa depan dengan lebih baik, serta mewujudkan kesejahteraan yang berkelanjutan bagi diri sendiri dan keluarga.
