PT Pelindo Multi Terminal (SPMT), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang operasional terminal nonpetikemas, terus memperkuat budaya pelayanan prima sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan kepelabuhanan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelatihan "Melayani Sepenuh Hati" yang diikuti oleh pekerja operasional Branch Belawan di Grha Pelindo, Medan pada Rabu (17/06).
Sebanyak 42 pekerja operasional yang berinteraksi langsung dengan pengguna jasa dan mitra kerja mengikuti pelatihan ini, mulai dari petugas gate, petugas lapangan, petugas keamanan, personel teknik, hingga operator alat. Pelatihan dirancang untuk memperkuat pemahaman mengenai pelayanan prima, komunikasi yang efektif, serta pentingnya membangun pola pikir yang berorientasi pada pelanggan dalam setiap aktivitas operasional.
Direktur SDM Pelindo Multi Terminal yang diwakili Divisi Perencanaan & Pengembangan SDM menyampaikan bahwa kualitas pelayanan tidak hanya ditentukan oleh sistem dan fasilitas, tetapi juga oleh sikap serta perilaku setiap insan perusahaan yang berhadapan langsung dengan pengguna jasa.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap seluruh peserta dapat memperkuat kompetensi pelayanan dan mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam pekerjaan sehari-hari. Pelayanan yang baik akan memberikan pengalaman positif bagi pengguna jasa sekaligus mendukung kinerja perusahaan secara keseluruhan,” ujar VP Pembelajaran & Kinerja SDM pada Divisi Perencanaan & Pengembangan SDM Pelindo Multi Terminal, Muliawaty.
Pelatihan ini menghadirkan Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi Pelindo Multi Terminal, Emi Wahkyuni, sebagai narasumber yang membawakan materi bertajuk Service Excellence for Port Industry. Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya pelayanan sepenuh hati, komunikasi yang efektif, penanganan keluhan pelanggan, serta peran setiap pekerja dalam membangun citra perusahaan melalui kualitas layanan.
Menurut Emi, perubahan besar dapat dimulai dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten oleh setiap individu.
“Jika kita semua berkomitmen menjalankan perubahan-perubahan kecil yang telah dipelajari, dampaknya akan sangat besar bagi diri kita maupun perusahaan. Kita adalah representasi perusahaan di mata pelanggan dan memiliki peran penting dalam mendukung rantai logistik nasional,” ungkapnya.
Sebagai bagian dari pembelajaran, peserta juga mengikuti sesi simulasi (role play) yang mengangkat berbagai situasi pelayanan yang umum ditemui di lapangan. Melalui sesi ini, peserta diajak mempraktikkan cara berkomunikasi dan memberikan solusi yang tepat dalam menghadapi berbagai kebutuhan maupun keluhan pengguna jasa.
Salah satu peserta, Muhammad Zulham, yang bertugas sebagai Petugas Lapangan Teknik, mengapresiasi pelatihan tersebut karena memberikan wawasan baru yang relevan dengan pekerjaan sehari-hari.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat, terutama bagi pekerja yang berinteraksi langsung dengan pengguna jasa. Ke depan, saya berharap pekerja operasional juga dapat dibekali kemampuan bahasa asing karena cukup sering berinteraksi dengan tamu maupun pengguna jasa dari luar negeri,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Pelindo Multi Terminal terus mendorong penguatan kompetensi sumber daya manusia sebagai fondasi utama dalam menghadirkan layanan kepelabuhanan yang profesional, andal, dan berorientasi pada pelanggan. Penguatan budaya pelayanan diharapkan mampu menciptakan pengalaman layanan yang semakin baik sekaligus mendukung daya saing perusahaan di tengah dinamika industri logistik dan kepelabuhanan yang terus berkembang.
