Integritas Jadi Prioritas, Pelindo Multi Terminal Perkuat Pemahaman Anti Penyuapan

PT Pelindo Multi Terminal (SPMT), Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang operasional terminal nonpetikemas, terus memperkuat komitmennya dalam penerapan tata kelola perusahaan yang bersih dan berintegritas melalui penyelenggaraan pelatihan Enhance Anti Bribery Management System (ABMS) Through New Standard ISO 37001:2025.


Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Jumat (27/3) dan diikuti oleh seluruh pekerja di lingkungan Pelindo Multi Terminal sebagai bagian dari upaya penguatan budaya integritas dan kepatuhan di seluruh lini organisasi.


Direktur Operasi Pelindo Multi Terminal, Arif Rusman Yulianto, menegaskan bahwa sebagai subholding yang mengoperasikan terminal nonpetikemas di berbagai wilayah Indonesia, perusahaan memiliki peran strategis dalam mendukung kelancaran logistik nasional. Oleh karena itu, integritas menjadi fondasi utama dalam menjalankan operasional perusahaan.


“Pelindo Multi Terminal tidak hanya berperan sebagai operator terminal nonpetikemas, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem logistik nasional yang mendukung program pemerintah. Karena itu, penguatan budaya integritas menjadi hal yang sangat penting. Seluruh insan perusahaan harus mampu menjadi role model yang memberikan teladan serta menunjukkan komitmen nyata dalam menerapkan prinsip integritas dan kepatuhan di setiap aktivitas kerja,” ujar Arif.


Ia menambahkan bahwa praktik penyuapan dalam bentuk apa pun merupakan ancaman serius yang dapat merusak kepercayaan terhadap perusahaan, terlebih di tengah transformasi yang tengah dilakukan di seluruh pelabuhan yang dikelola Pelindo Multi Terminal.


“Penyuapan adalah risiko yang harus kita cegah bersama. Kepercayaan adalah aset utama perusahaan, dan hanya dapat dijaga melalui komitmen seluruh insan perusahaan untuk bekerja secara jujur, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kami berharap seluruh pekerja dapat memahami dan mengimplementasikan prinsip-prinsip ini sehingga Pelindo Multi Terminal menjadi tempat kerja yang bersih, terpercaya, dan berintegritas tinggi,” tambahnya.


Pelatihan ini menghadirkan Dewi Sari, Business Unit Manager British Standards Institution (BSI) Indonesia, yang memberikan pemaparan mengenai pembaruan standar ISO 37001:2025 sebagai penguatan dari versi sebelumnya.


Dalam pemaparannya, Dewi Sari menjelaskan bahwa standar ISO 37001:2025 merupakan penyempurnaan dari standar yang pertama kali diterbitkan pada Oktober 2016, dengan versi terbaru yang dirilis pada 28 Februari 2025. Pembaruan ini berfokus pada penguatan persyaratan yang sudah ada, dengan penambahan satu persyaratan baru serta penyempurnaan pada aspek pengendalian dan implementasi.


“ISO 37001 tetap berfokus pada pengendalian risiko penyuapan di dalam organisasi. Melalui pembaruan ini, perusahaan diharapkan semakin memahami bagaimana mengidentifikasi, mencegah, dan mengendalikan potensi risiko bribery (penyuapan) secara lebih komprehensif. Pelatihan ini bertujuan agar peserta lebih familiar dengan perubahan standar dan dapat menilai sejauh mana organisasi telah memenuhi ketentuan versi terbaru,” jelas Dewi.


Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa penerapan standar ISO 37001:2025 memiliki implikasi bagi organisasi untuk melakukan penyesuaian terhadap sistem yang telah berjalan, sekaligus menjadi peluang untuk meningkatkan reputasi serta kepercayaan pemangku kepentingan terhadap perusahaan.


Melalui pelatihan ini, Pelindo Multi Terminal menegaskan komitmennya dalam memperkuat implementasi Anti Bribery Management System (ABMS) secara berkelanjutan, sekaligus membangun budaya kerja yang menjunjung tinggi integritas, transparansi, dan akuntabilitas di seluruh lini perusahaan. Dengan penguatan pemahaman terhadap standar ISO 37001:2025, diharapkan seluruh insan Pelindo Multi Terminal dapat berperan aktif dalam menjaga lingkungan kerja yang bebas dari praktik penyuapan serta mendukung terwujudnya perusahaan yang profesional, terpercaya, dan berdaya saing.