Sampai triwulan III 2025, Pelindo Multi Terminal Group telah menangani kargo curah cair sebanyak 22,25 juta ton.
Bongkar muat kargo curah cair di Pelabuhan Belawan yang dikelola Pelindo Multi Terminal Group, 21 November 2025.
Bongkar muat kargo curah cair di Pelabuhan Belawan yang dikelola Pelindo Multi Terminal Group, 21 November 2025. Dok. SPMT
Sampai triwulan III 2025, Pelindo Multi Terminal Group telah menangani kargo curah cair sebanyak 22,25 juta ton, tumbuh 4,8 persen dibanding periode yang sama di 2024.
Pertumbuhan ini merefleksikan peningkatan aktivitas bongkar muat kargo curah cair di sejumlah cabang pelabuhan, yaitu Belawan, Dumai, Teluk Bayur, Jamrud Nilam Mirah, Tanjung Wangi, Trisakti dan Bumiharjo Bagendang yang wilayahnya tersebar di Pulau Sumatera, Jawa dan Kalimantan dan tercatat sebagai kontributor terbesar layanan terminal curah cair.
VP Komunikasi Korporasi Subholding Pelindo Multi Terminal (SPMT) Farid Chairmawan mengatakan, Pelindo Multi Terminal Group memperkuat layanan bongkar muat kargo di seluruh terminal nonpetikemas yang dikelola, termasuk untuk segmen curah cair. Perusahaan mengoptimalisasi fasilitas dan peralatan pelabuhan yang didukung penerapan sistem operasi Pelindo Terminal Operating System-Multipurpose (PTOS-M).
"Hal ini dilakukan untuk memastikan setiap proses layanan bongkar muat berjalan aman, efektif dan efisien sehingga mempersingkat port stay dan cargo stay,” kata Farid dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 21 November 2025. ""Komoditas dominan untuk kargo curah cair adalah produk kelapa sawit."
Kelapa sawit menjadi salah satu komoditas utama dengan kontribusi besar menghasilkan minyak nabati yang digunakan untuk berbagai keperluan mulai minyak masak, bahan industri dan biodiesel.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2024 menyebut luas perkebunan kelapa sawit mencapai 16,01 juta hektar, produksi minyak sawit sebesar 45,44 juta ton, volume ekspor minyak sawit Indonesia mencapai 22,98 juta ton dengan negara tujuan ekspor crude palm oil (CPO) adalah India, Cina, Pakistan, dan Amerika Serikat.
“Kami menjadi penghubung utama potensi industri dan kebutuhan pasar dengan menghadirkan layanan andal. Harapannya tidak hanya mengalirkan komoditas penting yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti produk kelapa sawit dan turunannya, juga mengalirkan nilai ekonomi yang memberi manfaat masyarakat luas baik, dari petani di hulu hingga mampu menggerakkan ekonomi di berbagai daerah,” ujar Farid.
Direktur Operasi Subholding Pelindo Multi Terminal Arif Rusman Yulianto memastikan setiap operasional bongkar muat kargo di lingkungan pelabuhan dijalankan sesuai prosedur yang berlaku, meningkatkan implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) saat bekerja, melaksanakan pemeriksaan teknis peralatan dan fasilitas pelabuhan secara berkala, menghimbau seluruh pihak di lingkungan pelabuhan untuk memantau informasi kondisi cuaca di masing-masing wilayah, serta melakukan koordinasi dan komunikasi intens dengan pihak-pihak yang terkait seperti Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) dan perusahaan pelayaran.
Selain itu, perusahaan juga meningkatkan kesiapsiagaan tim tanggap darurat di setiap unit kerja. Sejumlah persiapan dilakukan melalui peningkatan kompetensi personel dalam melakukan Emergency Response Plan, pelatihan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K), penanganan pemadaman kebakaran, serta implementasi Sistem Manajemen K3 sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 50 tahun 2012.
“Kalau kondisi cuaca ekstrem yang membahayakan terjadi, kegiatan operasional dihentikan sementara waktu untuk menjamin keselamatan petugas di lapangan, maupun mitra dan pengguna jasa di lingkungan pelabuhan. Kami berharap langkah kesiapsiagaan yang diterapkan mendukung kegiatan operasional di seluruh terminal tetap berjalan aman dan lancar,” kata Arif.
