Pelindo Multi Terminal Perkuat Transformasi dengan Lean Six Sigma

PT Pelindo Multi Terminal (SPMT), Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang operasional terminal nonpetikemas, menyelenggarakan kegiatan Lean Six Sigma SPMT Group 2026 “One Team, One Data, One Goal: Mastering Efficiency for SPMT Excellence” pada Selasa, (3/2), bertempat di Grha Pelindo, Medan. Kegiatan ini menjadi bagian dari program capacity building perusahaan dalam meningkatkan kapabilitas sumber daya manusia (SDM), khususnya di level pemimpin.


Melalui pendekatan pembelajaran yang aplikatif, kegiatan yang diikuti oleh para Senior Vice President dan Vice President di lingkungan SPMT Group ini membekali pemahaman mengenai Lean Six Sigma sebagai metode sekaligus cara berpikir dalam menciptakan proses kerja yang lebih efisien, tepat, dan berbasis data serta fakta.


Direktur Utama Pelindo Multi Terminal, Ary Henryanto menegaskan bahwa pengembangan SDM menjadi fondasi utama dalam mendorong keberlanjutan kinerja perusahaan. Manajemen memiliki tanggung jawab untuk terus membentuk dan meningkatkan kompetensi SDM melalui berbagai program pelatihan yang terarah dan relevan dengan kebutuhan bisnis. Salah satunya melalui penerapan Lean Six Sigma, yang tidak hanya berfokus pada peningkatan proses kerja, tetapi juga membangun pola pikir pembelajaran berkelanjutan, di mana setiap individu diajak untuk belajar dari kesalahan dan melakukan perbaikan, baik terhadap diri sendiri maupun terhadap kinerja korporasi secara keseluruhan.


“Manusia harus terus belajar. Belajar dari kesalahan dan memperbaiki kesalahan tersebut, jangan menunggu terlalu lama. Di dalam korporasi ada dua sisi perbaikan, yaitu perbaikan perusahaan dan perbaikan diri sendiri. Perbaikan diri dimulai dari hal-hal kecil yang dilakukan setiap hari, agar hari ini lebih baik dari kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini. Lean Six Sigma mengajarkan kita bagaimana melakukan perbaikan serta mengambil keputusan berbasis data dan analisis, sehingga kehadiran kita di organisasi benar-benar memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan pencapaian target perusahaan,” ujarnya.”


Kegiatan ini menghadirkan Dawera Taher, praktisi dan trainer Lean Six Sigma sebagai narasumber dengan melakukan simulasi yang langsung mempraktikkan prinsip Lean Six Sigma melalui studi kasus yang dirancang menyerupai kondisi operasional nyata. Setiap peserta diberikan peran dan tanggung jawab sesuai dengan job description yang telah ditentukan. Melalui pembagian peran ini, peserta diajak memahami alur proses secara menyeluruh, mengidentifikasi masalah, serta mengambil keputusan berbasis data dan analisis untuk menghasilkan perbaikan proses yang berkelanjutan.


Melalui kegiatan Lean Six Sigma ini, perusahaan menegaskan komitmennya untuk membangun budaya kerja One Team yang solid, One Data sebagai dasar pengambilan keputusan, serta One Goal dalam mendorong keunggulan kinerja perusahaan. Diharapkan, pemahaman dan praktik yang diperoleh dari kegiatan ini dapat diimplementasikan secara nyata di unit kerja masing-masing guna mendukung transformasi dan peningkatan kinerja perusahaan secara berkelanjutan.