Pelindo Multi Terminal Perkuat Budaya Keamanan Informasi

PT Pelindo Multi Terminal, Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang operasional terminal nonpetikemas menyelenggarakan kegiatan Awareness Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) Standar ISO/IEC 27001:2022 pada Jumat (06/02), bertempat di Grha Pelindo. Kegiatan ini merupakan langkah strategis perusahaan dalam memperkuat pengelolaan dan perlindungan informasi sebagai salah satu aset penting perusahaan di tengah perkembangan teknologi dan meningkatnya risiko keamanan siber.


Dalam sambutannya, Direktur Teknik  Pelindo Multi Terminal, Yarham Harid menyampaikan bahwa penerapan Sistem Manajemen Keamanan Informasi merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan.


“Seiring dengan perkembangan teknologi dan meningkatnya risiko terhadap keamanan informasi, diperlukan kesadaran dan kepedulian bersama dalam mengelola data dan informasi perusahaan. Penerapan ISO 27001:2022 diharapkan dapat menjadi pedoman bagi seluruh karyawan dalam menerapkan praktik kerja yang aman, bertanggung jawab, serta berkelanjutan,” ujar Yarham.


Kegiatan ini menghadirkan Ahmad Mikail Afkar, Technical Consultant dari PT Mitra Integrasi Informatika, sebagai narasumber. Dalam sesi pemaparan, peserta mendapatkan pemahaman mengenai ISO 27001:2022 sebagai standar internasional yang telah diadopsi di Indonesia melalui Badan Standardisasi Nasional (BSN), serta perannya sebagai kerangka kerja strategis dalam pengelolaan risiko keamanan informasi secara sistematis dan terukur.


Ahmad Mikail Afkar menjelaskan bahwa implementasi ISO 27001:2022 tidak hanya berorientasi pada sertifikasi, tetapi lebih pada pembangunan sistem keamanan informasi yang berkelanjutan.


“ISO 27001:2022 bertujuan membantu organisasi mengelola risiko keamanan informasi secara efektif. Standar ini menjadi fondasi untuk melindungi data, meningkatkan kepercayaan, serta mendukung keberlangsungan dan daya saing organisasi di tengah ancaman siber yang semakin kompleks,” jelasnya.


Adapun materi yang disampaikan dalam kegiatan ini mencakup berbagai area fokus, antara lain kebijakan dan tata kelola keamanan informasi, manajemen aset dan informasi, perlindungan perangkat dan aset perusahaan, serta tanggung jawab karyawan terhadap aset yang dikelola, aspek manajemen akses, keamanan pemasok (supplier), manajemen insiden keamanan informasi, manajemen sumber daya manusia, hingga keamanan fisik.


Dengan membangun budaya sadar keamanan informasi, perusahaan berharap implementasi SMKI ISO/IEC 27001:2022 dapat berjalan secara konsisten dan berkelanjutan, guna mendukung kelangsungan operasional dan pencapaian tujuan bisnis perusahaan.