TRIBUNNEWS.COM - Momentum Lebaran 2026 kembali mendorong lonjakan mobilitas di berbagai terminal transportasi Indonesia. Data operasional mencatat peningkatan signifikan jumlah penumpang sekaligus arus logistik barang, seiring tingginya kebutuhan perjalanan mudik dan distribusi komoditas pokok menjelang Hari Raya Idulfitri.
Tren ini menegaskan peran strategis terminal sebagai simpul konektivitas, baik untuk mobilitas masyarakat maupun kelancaran pasokan barang di sejumlah daerah. Arus mudik dan balik pada Angkutan Lebaran 2026 mencatat lonjakan signifikan, dengan total pergerakan penumpang di terminal yang dikelola Pelindo Multi Terminal mencapai 1,12 juta orang. Selama periode H-15 hingga H+15 atau 6 Maret hingga 5 April 2026, terdapat tiga terminal dengan aktivitas tertinggi.
Terminal Tanjung Balai Karimun menjadi yang terpadat dengan 268.777 penumpang, disusul Terminal Gapura Surya Nusantara di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak sebanyak 267.678 orang, serta Tanjungpinang dengan 263.675 penumpang. VP Komunikasi Korporasi Pelindo Multi Terminal, Farid Chairmawan, menjelaskan bahwa pihaknya mengelola 15 terminal penumpang yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan hingga Sulawesi.
“Momentum libur Lebaran identik dengan mobilitas masyarakat yang tinggi. Karena itu kami memastikan kesiapan operasional di seluruh terminal penumpang berjalan optimal,” kata Farid dalam keterangan resmi, Jumat (17/4/2026). Ia menambahkan, peningkatan jumlah penumpang mencapai 14,83 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat 983.454 orang.
Lonjakan ini didukung oleh koordinasi lintas pemangku kepentingan serta penguatan layanan di lapangan. Puncak arus mudik terjadi pada H-2 atau 19 Maret 2026 dengan jumlah penumpang mencapai 53.595 orang. Sementara puncak arus balik tertinggi tercatat pada H+8 atau 29 Maret 2026 dengan 61.774 penumpang. Secara nasional, mobilitas masyarakat selama masa Lebaran juga menunjukkan angka yang besar.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebutkan, berdasarkan data Posko Angkutan Lebaran Terpadu 2026, jumlah perjalanan masyarakat mencapai 147,55 juta orang selama periode 13 hingga 29 Maret 2026. Dari sisi angkutan umum, total penumpang mencapai 23,54 juta orang atau meningkat 10,87 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Khusus angkutan laut, jumlah penumpang tercatat sekitar 2,02 juta orang, naik 9,86 persen dari tahun lalu. Perusahaan pelayaran PT Pelayaran Nasional Indonesia melayani lebih dari 652.271 penumpang selama periode 6 Maret hingga 6 April 2026, melampaui proyeksi awal. Sementara itu, ASDP Indonesia Ferry mencatat lebih dari 2,5 juta penumpang selama masa angkutan Lebaran.
Secara regional, wilayah Indonesia Timur mencatat pergerakan penumpang mencapai 882.620 orang, menegaskan peran penting transportasi laut sebagai tulang punggung mobilitas masyarakat di kawasan tersebut. Farid berharap, di tengah tingginya mobilitas ini, perjalanan masyarakat tidak hanya menjadi perpindahan antarwilayah, tetapi juga menjadi momen berharga untuk berkumpul bersama keluarga.
“Dengan layanan yang terus ditingkatkan, perusahaan berkomitmen untuk hadir sebagai bagian dari perjalanan itu dengan menghubungkan jarak, menjaga kenyamanan, dan memastikan setiap langkah pulang berlangsung dengan aman dan penuh makna,” tegasnya. PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berhasil menjaga kinerja operasional tetap stabil pada triwulan I-2026, meski dihadapkan pada tekanan musiman Idul Fitri dan pembatasan angkutan barang.
Operator pelabuhan ini mencatat throughput 850.768 TEUs, tumbuh tipis 0,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 843.187 TEUs. Corporate Secretary IPC TPK, Pramestie Wulandary, menegaskan strategi percepatan bongkar muat sebelum pembatasan dan akselerasi distribusi setelahnya menjadi kunci menjaga kelancaran arus logistik.
"Kami mengoptimalkan aktivitas bongkar muat sebelum pembatasan dan mempercepat arus barang setelahnya agar distribusi tetap lancar dan tidak terjadi penumpukan," ujarnya dalam siaran pers, Rabu (15/4/2026). Secara bulanan, Maret 2026 mencatat penurunan arus bongkar muat menjadi 250.352 TEUs dari 290.923 TEUs pada Maret 2025. Namun, segmen domestik justru menguat dengan volume naik 3,5% menjadi 645.084 TEUs, mencerminkan kuatnya distribusi dalam negeri selama Ramadan dan Idul Fitri.
Sebaliknya, segmen internasional melemah 6,4% akibat penyesuaian jadwal pelayaran global. Pertumbuhan juga tercatat merata di sejumlah area operasional IPC TPK, seperti Tanjung Priok (1%), Pontianak (1,6%), Panjang (2%), dan Teluk Bayur yang mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 5,3%. "Momentum Lebaran menjadi pembelajaran untuk memperkuat sistem operasional yang lebih adaptif dan terintegrasi," tambah Pramestie.
Di Jambi, arus petikemas pada Maret 2026 tumbuh signifikan 22,5% menjadi 2.775 TEUs, didorong distribusi kebutuhan pokok dan komoditas semen untuk pembangunan infrastruktur. Manager Operasi IPC TPK Area Jambi, Wedhar Tani Aji, menegaskan, "Pertumbuhan ini mencerminkan upaya kami dalam memastikan operasional yang andal, mempercepat layanan bongkar muat, serta memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan."
Sementara itu, PT Terminal Teluk Lamong (TTL) di Surabaya mencatatkan kinerja positif dengan throughput 694.996 TEUs pada kuartal I-2026, tumbuh 4,51% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sekretaris Perusahaan TTL, Syaiful Anam, menyebut peningkatan ini didorong oleh tambahan lima layanan internasional baru serta tujuh kapal adhoc.
"Dengan capaian ini, kami optimis dapat mempertahankan tren pertumbuhan positif sepanjang tahun 2026," ujarnya. Kinerja positif di sejumlah terminal ini menegaskan daya tahan operasional sektor logistik nasional di tengah dinamika Lebaran, sekaligus memperkuat peran pelabuhan sebagai simpul penting konektivitas ekonomi Indonesia.
