Pelindo Luncurkan Program CSMS untuk Kurangi Kecelakaan Kerja di Pelabuhan

SUARAMERDEKA.COM – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melalui Subholding PT Pelindo Multi Terminal mengimplementasikan Contractor Safety Management System (CSMS) untuk memperkuat budaya keselamatan kerja di pelabuhan.


Langkah ini bertujuan memastikan operasional pelabuhan memenuhi standar Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L), dengan melibatkan Perusahaan Bongkar Muat (PBM), Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM), serta regulator dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur, dan Kantor Kesyahbandaran & Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak.


Direktur SDM Pelindo Multi Terminal, Edi Priyanto, mengatakan, implementasi CSMS merupakan bagian dari transformasi pelabuhan dalam pilar HSSE, yang diharapkan dapat menurunkan kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja, serta risiko lingkungan.


“Sekitar 80% insiden di pelabuhan kami melibatkan aktivitas eksternal, termasuk kontraktor dan PBM. Program ini bertujuan memperkuat kepatuhan dan budaya keselamatan di seluruh lini operasional,” ujar Edi dari keterangan resminya, Kamis 16 Oktober 2025.


Sebagai pilot project, CSMS akan diterapkan di Branch Jamrud Nilam Mirah, kemudian diperluas ke cabang-cabang pelabuhan lainnya.


Pelaksanaan diawali dengan peningkatan kompetensi SDM melalui program Creating Shared Value (CSV) dan sertifikasi berbasis Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), diikuti dengan pembentukan Safety Committee yang akan mengawasi aspek HSSE di seluruh kegiatan operasional.


Kepala Seksi Norma K3 Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur, Warga Bagus Pribadi, memberikan apresiasi atas komitmen Pelindo dalam mengutamakan keselamatan kerja di pelabuhan yang berisiko tinggi.


“Penerapan CSMS sangat penting untuk menekan kecelakaan kerja,” ujar Warga.


Di sisi lain, Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut KSOP Utama Tanjung Perak, Hendro Cahyono, menekankan pentingnya kolaborasi antara regulator dan operator pelabuhan untuk memastikan keselamatan dan keamanan operasional kepelabuhanan.""JATIM.SUARAMERDEKA.COM – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melalui Subholding PT Pelindo Multi Terminal mengimplementasikan Contractor Safety Management System (CSMS) untuk memperkuat budaya keselamatan kerja di pelabuhan.


Langkah ini bertujuan memastikan operasional pelabuhan memenuhi standar Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L), dengan melibatkan Perusahaan Bongkar Muat (PBM), Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM), serta regulator dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur, dan Kantor Kesyahbandaran & Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak.


Direktur SDM Pelindo Multi Terminal, Edi Priyanto, mengatakan, implementasi CSMS merupakan bagian dari transformasi pelabuhan dalam pilar HSSE, yang diharapkan dapat menurunkan kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja, serta risiko lingkungan.


“Sekitar 80% insiden di pelabuhan kami melibatkan aktivitas eksternal, termasuk kontraktor dan PBM. Program ini bertujuan memperkuat kepatuhan dan budaya keselamatan di seluruh lini operasional,” ujar Edi dari keterangan resminya, Kamis 16 Oktober 2025.


Sebagai pilot project, CSMS akan diterapkan di Branch Jamrud Nilam Mirah, kemudian diperluas ke cabang-cabang pelabuhan lainnya.


Pelaksanaan diawali dengan peningkatan kompetensi SDM melalui program Creating Shared Value (CSV) dan sertifikasi berbasis Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), diikuti dengan pembentukan Safety Committee yang akan mengawasi aspek HSSE di seluruh kegiatan operasional.


Kepala Seksi Norma K3 Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur, Warga Bagus Pribadi, memberikan apresiasi atas komitmen Pelindo dalam mengutamakan keselamatan kerja di pelabuhan yang berisiko tinggi.


“Penerapan CSMS sangat penting untuk menekan kecelakaan kerja,” ujar Warga.


Di sisi lain, Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut KSOP Utama Tanjung Perak, Hendro Cahyono, menekankan pentingnya kolaborasi antara regulator dan operator pelabuhan untuk memastikan keselamatan dan keamanan operasional kepelabuhanan.