Medan, Juli 2026 – PT Pelindo Multi Terminal (SPMT), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang operasional terminal nonpetikemas, terus memperkuat komitmen penerapan prinsip keberlanjutan melalui implementasi aspek Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam berbagai proses bisnis perusahaan.
Sejalan dengan agenda transformasi Danantara Indonesia dalam mendorong BUMN menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional, Pelindo Multi Terminal memandang ESG sebagai fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan usaha, meningkatkan daya saing perusahaan, serta menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.
Direktur Utama Pelindo Multi Terminal, Sugeng Mulyadi, menyampaikan bahwa keberlanjutan bukan lagi sekadar tren, melainkan komitmen yang harus diwujudkan secara nyata dalam setiap aktivitas perusahaan.
"Keberlanjutan bukan lagi sekadar tren, tetapi menjadi komitmen yang harus kita jalankan bersama. Semua keputusan dan aktivitas yang kita lakukan harus berlandaskan prinsip ESG," ujar Sugeng.
Ia menegaskan bahwa penerapan ESG memiliki keterkaitan erat dengan pengelolaan risiko perusahaan. Oleh karena itu, setiap insan perusahaan perlu memahami dampak dari setiap keputusan dan tindakan yang dilakukan, baik terhadap lingkungan, sosial, maupun tata kelola perusahaan.
"Setiap keputusan harus dikaitkan dengan risiko. Kita harus memastikan bahwa langkah yang diambil tidak hanya memberikan manfaat bagi perusahaan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat," katanya.
Sugeng juga menekankan pentingnya penguatan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan perusahaan. Menurutnya, target zero accident dan zero fatality harus menjadi perhatian seluruh insan perusahaan. Selain itu, hubungan yang harmonis dengan masyarakat sekitar juga perlu terus dijaga melalui berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang memberikan manfaat nyata.
Sementara itu, Direktur Utama PT Pelabuhan Tanjung Priok, Indra Hidayat Sani, turut menekankan pentingnya kolaborasi dan keselarasan dalam mengimplementasikan prinsip keberlanjutan di lingkungan Pelindo Group agar penerapan ESG dapat berjalan secara efektif dan memberikan dampak yang lebih luas.
Untuk memperkuat pemahaman seluruh pekerja mengenai prinsip keberlanjutan, Pelindo Multi Terminal menghadirkan Founder dan Direktur PT Dampak Sosial Indonesia, Rio Zakarias Widyandaru, sebagai narasumber dalam kegiatan sosialisasi awareness ESG.
Dalam pemaparannya, Rio menjelaskan bahwa ESG tidak hanya menjadi dokumen atau konsep administratif, tetapi harus menjadi bagian dari budaya perusahaan yang diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.
"ESG bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Setiap individu memiliki peran dalam memastikan keberlanjutan perusahaan berjalan dengan baik," jelas Rio.
Ia juga menyoroti pentingnya integrasi ESG dengan manajemen risiko perusahaan. Dengan memahami risiko lingkungan, sosial, dan tata kelola, perusahaan dapat mengambil keputusan yang lebih tepat sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi organisasi.
Melalui kegiatan ini, Pelindo Multi Terminal berharap seluruh insan perusahaan semakin memahami pentingnya keberlanjutan sebagai bagian dari transformasi bisnis. Penerapan ESG diharapkan dapat memperkuat daya saing perusahaan sekaligus mendukung terciptanya operasional terminal nonpetikemas yang aman, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.
Sebagai bagian dari program penguatan budaya keberlanjutan di lingkungan perusahaan, Pelindo Multi Terminal menyelenggarakan Sosialisasi Peningkatan Awareness ESG yang diikuti oleh seluruh pekerja Pelindo Multi Terminal Group secara daring pada Kamis(9/7).
