PT Pelindo Multi Terminal (SPMT), Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang operasional terminal nonpetikemas, dalam rangka mendukung produktivitas kerja selama bulan suci Ramadan, mengikuti kegiatan Breath (Balancing, Resilience, Energy, and Health) Session bertema “Puasa Cerdas, Produktivitas Maksimal” yang diselenggarakan berkolaborasi dengan PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) pada Jumat (6/3) secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Ulfa Dzakiyyah Alistiqomah, seorang ahli gizi, yang membagikan wawasan mengenai pengelolaan energi dan pola makan yang tepat selama menjalani ibadah puasa.
Direktur SDM Pelindo Multi Terminal, Edi Priyanto, menyampaikan bahwa produktivitas kerja selama Ramadan tidak hanya bergantung pada energi fisik, tetapi juga energi untuk berpikir, mengambil keputusan, dan memastikan operasional tetap berjalan dengan baik. Ia juga berharap kegiatan ini dapat memberikan pemahaman bagi para peserta tentang cara mengatur nutrisi dan menjaga energi selama berpuasa agar tetap sehat dan produktif dalam bekerja.
“Energi untuk bekerja itu bukan hanya tenaga, tetapi juga energi untuk berpikir dan mengambil keputusan. Puasa tidak membuat kita menjadi lemah, justru mengajarkan kita bagaimana mengelola diri dengan lebih baik. Saya berharap teman-teman dapat mengikuti sesi ini dengan baik dan mengambil manfaatnya, sehingga kita bisa menjalani Ramadan dengan sehat, fokus, dan tetap produktif,” ujarnya.
Senada dengan Direktur Keuangan, SDM dan Manajemen Risiko PT Pelabuhan Tanjung Priok, Bambang Sakti, menyampaikan bahwa tema kegiatan sangat relevan dengan kondisi saat ini, khususnya dalam menghadapi bulan Ramadan. Menurutnya, puasa dan bekerja merupakan dua kewajiban yang harus dijalankan secara seimbang.
“Puasa adalah kewajiban yang harus dijalankan oleh umat Muslim, namun bekerja juga merupakan kewajiban sebagai bagian dari amanah kepada perusahaan. Karena itu, jangan sampai puasa dijadikan alasan untuk menurunkan produktivitas kerja, menjalankan ibadah puasa dan tetap bekerja secara optimal merupakan dua hal yang dapat berjalan beriringan. Keduanya merupakan tanggung jawab yang harus dijalankan secara penuh” ujar Bambang.
Dalam sesi pemaparan materi narasumber, Ulfa Dzakiyyah Alistiqomah menjelaskan bahwa rasa lemas, dehidrasi, hingga penurunan energi yang sering dirasakan saat berpuasa umumnya terjadi karena pemilihan asupan makanan yang kurang tepat.Menurutnya, komposisi makanan saat sahur memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan energi sepanjang hari. Konsumsi makanan yang mengandung protein dan serat dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil, sehingga energi tubuh dapat bertahan lebih lama selama berpuasa.
Sebaliknya, konsumsi makanan instan atau makanan tinggi gula dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat diikuti dengan penurunan energi secara drastis, yang sering menimbulkan rasa lemas dan kantuk di siang hari.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa anjuran untuk berbuka dengan kurma tidak hanya memiliki nilai spiritual, tetapi juga didukung oleh manfaat kesehatan. Kurma diketahui mengandung serat, zat besi, vitamin, serta karbohidrat yang dapat membantu memulihkan energi secara bertahap setelah berpuasa selama 12 hingga 14 jam tanpa menyebabkan lonjakan gula darah yang berlebihan.
“Selain memperhatikan pilihan makanan saat berbuka, penting juga untuk menerapkan pola makan yang mindful selama Ramadan. Artinya kita sadar terhadap porsi makan, waktu makan, serta jenis makanan yang dikonsumsi, sehingga kebutuhan nutrisi tubuh tetap terpenuhi dan energi dapat terjaga sepanjang hari,” ujar Ulfa.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta dapat memahami pentingnya pengelolaan nutrisi dan energi selama Ramadan, sehingga ibadah puasa dapat dijalankan dengan optimal tanpa mengurangi produktivitas dalam bekerja.
