PT Pelindo Multi Terminal (SPMT), Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang nonpetikemas, menegaskan komitmennya dalam menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara konsisten melalui penguatan kesiapsiagaan seluruh pekerja. Salah satunya dilakukan melalui penyelenggaraan Pelatihan dan Simulasi Tanggap Darurat selama dua hari, Rabu–Kamis (28–29/01), bertempat di Grha Pelindo, Medan. Kegiatan ini mengusung tema “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif” yang menjadi salah satu rangkaian utama Bulan K3 Nasional di lingkungan Pelindo Multi Terminal yang bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat serta memperkuat budaya keselamatan kerja secara berkelanjutan.
Dalam sambutannya, SVP Layanan SDM dan HSSE Pelindo Multi Terminal, Kasih Dwi Yanti, menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai bagian dari upaya perusahaan dalam membangun kesiapan dan kepedulian terhadap aspek keselamatan kerja.
“Kegiatan ini diharapkan dapat membantu seluruh pekerja lebih mendalami penanganan tanggap darurat, menerima dan memanfaatkan seluruh ilmu yang diberikan oleh tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) serta menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama. Kami berharap setelah kegiatan ini, seluruh peserta benar-benar dapat mengambil manfaat dan menerapkannya di lingkungan kerja dengan tetap mengikuti setiap arahan dari instruktur,” ujarnya.
Pada hari pertama, Rabu (28/1), peserta mengikuti pelatihan (training) tanggap darurat yang dibawakan oleh instruktur tim Basarnas. Materi yang disampaikan meliputi Resusitasi Jantung Paru (RJP) dengan metode DRSCAB (Danger, Response, Shout for help, Circulation, Airway, dan Breathing) yakni teknik evakuasi korban, serta pengenalan peralatan pertolongan di ketinggian.
Pelatihan ini menjadi bagian dari pembelajaran untuk memetakan kebutuhan ke depan, termasuk kesiapan sarana, jalur akses, dan skenario penanganan kebakaran yang akan disempurnakan pada simulasi skala besar mendatang. Kegiatan ini turut melibatkan instruktur dari Basarnas yang didukung oleh Dinas Pemadam Kebakaran Kota Medan guna memastikan simulasi berjalan aman dan sesuai prosedur.
“Simulasi ini bertujuan untuk melatih kesiapsiagaan dan memastikan seluruh personel memahami teknik dasar penanganan keadaan darurat, mulai dari pemadaman kebakaran, evakuasi korban, hingga penyelamatan di ketinggian. Kami juga memperkenalkan penggunaan peralatan keselamatan seperti hydrant dan SCBA, yang digunakan saat kondisi gedung dipenuhi asap atau gas beracun. Dengan pembekalan ini, diharapkan peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu merespons situasi darurat secara tepat dan aman. Kegiatan hari ini menjadi tahapan penting sebelum pelaksanaan simulasi besar pada puncak acara,” ujar Handika Azis, perwakilan Basarnas yang menjadi narasumber.
Melalui sesi pelatihan tersebut, peserta dibekali pemahaman teoretis dan praktis agar mampu merespons situasi darurat secara cepat, tepat, dan aman, khususnya di lingkungan kerja yang memiliki tingkat risiko tinggi.
Memasuki hari kedua, Kamis (29/1), kegiatan dilanjutkan dengan simulasi tanggap darurat yang dilaksanakan sesuai dengan brief dan materi yang telah diberikan pada hari sebelumnya. Rangkaian hari kedua diawali dengan Apel K3, sebagai simbol komitmen bersama seluruh insan Pelindo Multi Terminal dalam menjadikan keselamatan dan kesehatan kerja sebagai prioritas utama dalam setiap aktivitas.
Simulasi tanggap darurat dilakukan berdasarkan arahan tim HSSE, di mana tiap lantai memiliki floor captain yang memimpin jalannya evakuasi. Skenario simulasi mencakup tindakan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) terhadap korban yang mengalami patah tulang dan henti jantung. Selain itu, simulasi juga mencakup teknik vertical rescue dengan pendampingan langsung dari tim Basarnas serta dukungan perwakilan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), termasuk evakuasi korban oleh Tim SAR di rooftop lantai 9. Simulasi berakhir setelah api dinyatakan padam dan seluruh area dinyatakan aman.
Melalui pelaksanaan pelatihan dan simulasi tanggap darurat ini, Pelindo Multi Terminal menegaskan komitmennya untuk terus menyemarakkan Bulan K3 Nasional 2026 dengan kegiatan yang edukatif dan aplikatif, sekaligus mendorong terbentuknya ekosistem pengelolaan K3 yang profesional, andal, dan kolaboratif di seluruh lini operasional perusahaan.
